Dimana mata hati dan keadilan….


Ketika seorang petinggi korupsi bermilyar-milyar maka hukum seakan membutakan diri dengan mengatakan bahwa tidak ada bukti yang kuat untuk membuktikan ke-korupsi-an sang koruptor.

Tapi ketika ada seorang maling ayam  atau nenek tua yang mengambil beberapa buah kakao untuk yang hanya digunakan untuk makan karena memang sudah tidak ada yang dimakan maka pisau hukum begitu tajam menyayat setiap daging dan tulang belulang yang masih tersisa dari tubuh-tubuh mereka.

Ketika ada orang yang nyata-nyata menghina islam dengan mengaku rosul atau stetemen yang mengatakan Al-quran sudah tidak murni lagi, perlu direfisi dan sudah tidak relefan dengan jaman maka orang dengan mudah mengatakan bahwa sekarang adalah era kebebasan berpendapat dan semua itu adalah salah satu dari wujud kebebasan itu sendiri.

Tapi ketika ada sekelompok orang yang menyeru kepada kemurnian islam dengan akhidah dan ketaukhitan yang lurus, menentang prostitusi, mengharamkan minuman keras dan segala kemaksiatan maka dengan semena-mena orang akan menuduh bahwa itu semua adalah kaum ekstrimis, fundamentalis, ortodok dan tidak mampu menerima perkembangan jaman.

Infotainment menjadi rujukan yang paling besar pengaruhnya, majalah dan koran dijadikan hujjah untuk membenarkan atau menyalahkan segala sesuatu. Segala berita di internet dijadikan acuan dan paradikma berfikir dan mengambil keputusan. Walaupun semua sumber tersebut belum sempat diuji kebenarannya. Tapi dianggap sebagai bentuk kemajuan jaman dan intelektualitas yang tinggi.

Tapi segala berita dan kebenaran yang ada pada Al-Quran dimentahkan begitu saja. Sama sekali tidak digubris.

Demokrasi dengan semboyan “suara rakyat adalah suara tuhan” selalu disanjung-sanjung sebagai sistem pemerintahan yang paling adil. Yang sesuai dengan hati nurani warga negara. Yang setiap negara harus menggunakannya guna menggerakkan roda pemerintahannya. Hingga perang begitu mudah dikobarkan hanya untuk memjadikan sebuah negara menjadi negara demokrasi.

Tapi ketika ada orang yang mengajak kepada kilafah islamiyah dengan hukum islamnya maka dengan lantang mereka menolak dengan alasan hal itu akan menjadikan sebuah negara yang penuh dengan teroris, kekerasan, penindasan hak-hak perempuan, dan kezaliman. Padahal islam diturunkan untuk kemasalahatan seluruh umat manusia di dunia dan di akhirat. Dan mustahil Alloh salah.

Ketika seorang pemuda yahudi memanjangkan jenggotnya atau seorang yang mengaku anak muda jaman sekarang memakai celana diatas mata kaki maka orang akan mengatakan bahwa mereka sedang menjalankan keyakinannya dan model itu lagi ngetren saaat ini.

Tapi ketika seorang muslim memanjangkan jenggotnya maka orang akan langsung mencap teroris. Dan jika memakai celana diatas mata kaki maka diejek dengan kalimat “bukankah sekarang tidak ada hujan?”

Ketika seorang biarawati mentup kepala dan dadanya dengan kerudung maka orang akan mengatakan mereka menyerahkan hidupnya untuk tuhan mereka.

Jika seorang muslimah memanjangkan kainnya sampai menutupi dadanya atau memakai cadar maka hujatan akan dituai. Terbelakang, tidak sesuai dengan perkembangan jaman, dan sebuah simbol penindasan agama. Bahkan tidak jarang dipersulit untuk urusan-urusan tertentu. sedangkan orang yang menghujat itu mengaku berfaham demokrasi yang menjunjung tinggi hak setiap manusia.

Ketika wanita “barat” tidak bekerja dan berada dirumah maka orang akan memujinya bahwa dia adalah seorang wanita yang mau mengorbankan kebebasannya untuk keluarga. seorang wanita yang luar biasa.

Tapi jika ada seorang istri muslimah yang tidak bekerja diluar dan hanya mengurus rumah dan mendidik anak-anak mereka dengan baik maka akan dikatakana sebagai wanita yang terbodohi, terkekang, terzolimi oleh laki-laki.

Jika yahudi dan nasrani menghancurkan palestina dan negara muslim lainnya maka mereka tidak pernah mengkaitkan dengan agama mereka. bahwak itu menurut mereka itu dilakukan untuk mengambil wilayah yang memang sebenarnya milik mereka.

Tapi jika orang-orang muslim palestina membela tanah air mereka dan membela tanah airnya  maka mereka dicap sebagai teroris dan islam adalah teroris.

Bila seorang non muslim mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan orang lain maka mereka akan dihormati dan dianggap pahlawan.

Tapi jika ada seorang muslim yang dengan alasan membela anak, istri, keluarga, teman, kerabat dan agamanyanya dari agresi  dan kebiadaban bangsa lain memgenapa dianggap seoarang teroris. Apakah karena mereka muslim?

Apabila anak-anak yahudi belajar berperang menggunakan senjata otomatis maka mereka diijinkan dengan alasan untuk membela tanah air mereka.

Tapi jika anak-anak muslim melempari tank dan tentara-tertantara berteknologi tinggi dan bersenjatakan lengkap mereka ditembaki dan dianiaya dengan alasan telah berbuat aniaya dan mengamcam ketentraman dan keamanan.

Dimana letak keadilan yang engkai gembar gemborkan wahai para pemikir dan pemimpin dunia……?

Sungguh Alloh akan membalas keangkaramurkaan yang sudah kau lakukan dengan nerakanya. Dan Alloh maha pedih siksaannya dan Alloh maha adil .

Terimakasih untuk Sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: