Aksi Tandingan Kongres Anti-Islam di Köln

Demonstrasi menentang Kongres Anti Islamisasi di sela-sela Kongres Anti-Islam yang digagas organisasi berhaluan kanan Pro-Köln

Hidayatullah.com– Ribuan polisi berjaga-jaga diturunkan di Köln akhir pekan ini. Mereka harus menjaga keamanan di sela-sela Kongres Anti-Islam yang digagas organisasi berhaluan kanan Pro-Köln.

Penyelenggara prakarsa “Pro-Köln” yang dikenal menentang keras segala inisiatif kaum Muslim bersama dengan rekan-rekan sealiran dari seluruh Eropa, sedang menggelar protes besar-besaran menentang apa yang mereka sebut “Islamisasi” Jerman dan Eropa.

Pemicunya, adalah rencana pembanguan mesjid di kota Köln.

Pakar ekstremise Wolfgang Kapust mengomentari haluan politik kelompok “Pro-Köln” ini.

“Saya kira, mereka adalah kelompok radikal kanan. Ini tampak dari biografi para pemimpin mereka. Sebagian adalah bekas anggota Partai NPD, sebagian lagi penggagas “Liga Jerman untuk Rakyat dan Tanah Air”, semua organisasi itu terkenal karena posisi mereka yang ekstrem kanan, rasis, sikap anti warga pendatang dan rasa nasionalisme berlebihan,” ujarnya.

Walau gerakan ini menyebut dirinya Pro-Köln namun mayoritas warga kota Köln menentang haluan kelompok tersebut dan secara tegas mengambil jarak dari para penyelenggara kongres.

Ratusan poster yang tersebar di kota menyerukan aksi perlawanan pasif. Sejumlah organisasi secara spontan menggelar aksi tandingan dengan menyelenggarakan seminar informasi anti gerakan kanan.

Perhimpunan warga Muslim mengumumkan unjuk rasa damai di lokasi pembangunan mesjid yang baru. Dan Inisiatif Kristen-Muslim menyerukan oposisi terbuka bagi aksi kelompok kanan.

Salah seorang anggota direksi inisiatif ini adalah ketua Komisi Luar Negeri Parlemen Jerman Ruprecht Polenz. Menurutnya, gerakan kanan seperti ini memang tak bisa dilarang begitu saja.

“Mereka sangat cerdik. Mereka tentu tak akan memakai tanda-tanda Nazi secara terbuka, paling mereka merujuk pada kekuatiran masyarakat luas dalam slogannya. Memang Jerman punya masalah dengan integrasi warga pendatang. Tapi pertanyaannya sekarang, bagaimana cara kita menangani masalah ini? Apakah saya memperkuat sikap anti dengan bertindak agresif. Atau kita mencari solusi melalui dialog? Ini strategi yang kami dukung, dalam hal ini kami dan organisasi Muslim yang menjadi mitra kami, sepakat,” ujarnya dikutip radio Jerman.

Pemerintah kota Köln juga was-was menghadapi akhir pekan ini. Mereka kuatir, aksi kelompok kanan ini mencoreng citra kota Köln, kota yang di masa lalu terkenal toleran dan terbuka.

Sejarah menunjukkan, pengaruh Kristen dan Yahudi berakar dalam di kota Köln. Dan dalam tahun-tahun terakhir, Köln juga merangkul diaspora Muslim.

Walikota Köln Fritz Schramma ikut berkomentar terhadap peristiwa ini. Menurutnya, “Sebenarnya, kami tak punya tempat bagi kaum kanan, ini mungkin kedengarannya aneh karena mereka mendapat izin untuk berunjuk rasa di satu lokasi. Di lain pihak, kami ingin mengisolasi mereka di sana. Kami tidak mendukung pendapat mereka. Dan perlawanan warga Köln datang dari berbagai penjuru dan kelompok. Dari Serikat Buruh, Perhimpunan Olah Raga, Gereja juga wakil politik yang mendukung kami dan akan menghadiri aksi tandingan hari Sabtu ini. Dalam protes damai, lengkap dengan kata sambutan dan musik serta rantai manusia dan long march unjuk rasa.” [dwwd/www.hidayatullah.com]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: