Aturan yang aneh…

Setelah lama sekali tidak posting di blog ini maka hari ini sepertinya bakalan akan kembali sering mengunjungi blogku yang satu ini. Bukan tidak ada alasan kenapa aku lama sekali tidak buka WP tp karena aku malah lebih sering ngurusi blogku yang di MP. Dan bukan karena tidak ada alasan kenapa aku harus ke MP, karena temen-temen sekantor semuanya pakai MP. Nah,…justru juga karena itulah kenapa aku bisa kembali ke MP. Karena saking banyakya orang yang ngeblog di MP maka mulai beberapa hari ini MP di Blok dari server. Hiks…..hiks…..mengenaskan sekali……… Aneh sekali menurut aku dengan aturan pengeblokan MP. Kita kerja tidak pernah telat, apa lagi ada komplain dari mahasiswa. Ngeblog jika memang tidak ada kerjaan yang bisa dikerjakan. Ya mau ngapain lagi…. Gimana dengan tempat kantor temen-temen bekerja?

Tapi, sebuah hidayah (halah) bisa datang dari mana saja. Mungkin jika tidak diblok dari server aku ga akan kembali lagi membuka blog di WP ini. Bukannya ga mau buka tapi komunitasku tidak disini. Jadi jika ada temen-temen WPer yang tersinggung dengan tulisanku ini aku mohon maaf yang sebesar-besarnya.

——–

Kita bersama berangkat ke negeri orang

Berharap menaklukkannya

Dengan coreng moreng luka dimuka dan daki di ketiak

Kita masih bersama….

Mari… Bersama mencari… bersama berbagi…..

——–

Aksi Tandingan Kongres Anti-Islam di Köln

Demonstrasi menentang Kongres Anti Islamisasi di sela-sela Kongres Anti-Islam yang digagas organisasi berhaluan kanan Pro-Köln

Hidayatullah.com– Ribuan polisi berjaga-jaga diturunkan di Köln akhir pekan ini. Mereka harus menjaga keamanan di sela-sela Kongres Anti-Islam yang digagas organisasi berhaluan kanan Pro-Köln.

Penyelenggara prakarsa “Pro-Köln” yang dikenal menentang keras segala inisiatif kaum Muslim bersama dengan rekan-rekan sealiran dari seluruh Eropa, sedang menggelar protes besar-besaran menentang apa yang mereka sebut “Islamisasi” Jerman dan Eropa.

Pemicunya, adalah rencana pembanguan mesjid di kota Köln.

Pakar ekstremise Wolfgang Kapust mengomentari haluan politik kelompok “Pro-Köln” ini.

“Saya kira, mereka adalah kelompok radikal kanan. Ini tampak dari biografi para pemimpin mereka. Sebagian adalah bekas anggota Partai NPD, sebagian lagi penggagas “Liga Jerman untuk Rakyat dan Tanah Air”, semua organisasi itu terkenal karena posisi mereka yang ekstrem kanan, rasis, sikap anti warga pendatang dan rasa nasionalisme berlebihan,” ujarnya.

Walau gerakan ini menyebut dirinya Pro-Köln namun mayoritas warga kota Köln menentang haluan kelompok tersebut dan secara tegas mengambil jarak dari para penyelenggara kongres.

Ratusan poster yang tersebar di kota menyerukan aksi perlawanan pasif. Sejumlah organisasi secara spontan menggelar aksi tandingan dengan menyelenggarakan seminar informasi anti gerakan kanan.

Perhimpunan warga Muslim mengumumkan unjuk rasa damai di lokasi pembangunan mesjid yang baru. Dan Inisiatif Kristen-Muslim menyerukan oposisi terbuka bagi aksi kelompok kanan.

Salah seorang anggota direksi inisiatif ini adalah ketua Komisi Luar Negeri Parlemen Jerman Ruprecht Polenz. Menurutnya, gerakan kanan seperti ini memang tak bisa dilarang begitu saja.

“Mereka sangat cerdik. Mereka tentu tak akan memakai tanda-tanda Nazi secara terbuka, paling mereka merujuk pada kekuatiran masyarakat luas dalam slogannya. Memang Jerman punya masalah dengan integrasi warga pendatang. Tapi pertanyaannya sekarang, bagaimana cara kita menangani masalah ini? Apakah saya memperkuat sikap anti dengan bertindak agresif. Atau kita mencari solusi melalui dialog? Ini strategi yang kami dukung, dalam hal ini kami dan organisasi Muslim yang menjadi mitra kami, sepakat,” ujarnya dikutip radio Jerman.

Pemerintah kota Köln juga was-was menghadapi akhir pekan ini. Mereka kuatir, aksi kelompok kanan ini mencoreng citra kota Köln, kota yang di masa lalu terkenal toleran dan terbuka.

Sejarah menunjukkan, pengaruh Kristen dan Yahudi berakar dalam di kota Köln. Dan dalam tahun-tahun terakhir, Köln juga merangkul diaspora Muslim.

Walikota Köln Fritz Schramma ikut berkomentar terhadap peristiwa ini. Menurutnya, “Sebenarnya, kami tak punya tempat bagi kaum kanan, ini mungkin kedengarannya aneh karena mereka mendapat izin untuk berunjuk rasa di satu lokasi. Di lain pihak, kami ingin mengisolasi mereka di sana. Kami tidak mendukung pendapat mereka. Dan perlawanan warga Köln datang dari berbagai penjuru dan kelompok. Dari Serikat Buruh, Perhimpunan Olah Raga, Gereja juga wakil politik yang mendukung kami dan akan menghadiri aksi tandingan hari Sabtu ini. Dalam protes damai, lengkap dengan kata sambutan dan musik serta rantai manusia dan long march unjuk rasa.” [dwwd/www.hidayatullah.com]

akhirnya bisa posting lagi…..

Sudah lama sekali ga posting akhirnya bisa posting juga…huehuehue

Bukannya ga ada materi ato ide yang bisa diposting tp karena passwordnya kelupaan dan baru dapat email lagi hari ini.heuheuheue…

‘—————————-

Hari ini adalah hari yang bener2 berat dalam berpuasa.Tp itu karena kesalahanku juga.Tadi pagi ikut basket anak2 ampe 2 jam.Skr tinggal telernya doang.hiks…hiks….

Bertahann……bertahan……

Ngajar anak SD pussiiinngg….. but Happy aja :-D

well….dari sekian tahun pengalamanku ngajar maka hari ini adalah hari “NERAKA”. GImana ga horor coba…..
aku harus ngajar anak SD kelas 4 tentang bagaimana bikin web blog dengan tidak ada fasilitas komputer dikarenakan mati lampu…..huehuehuhe….
klo ditanya:
mr x: “Vibi pilih mana ngajar sekarang ato ngepel WC pake taplaj meja?”
Pasti dengan semangat aku akan bilang ” Mendingan makan rujak manis pake sedotan aja bro… “
Baca selebihnya »

Pintar Statistik, Penyuka Bela Diri, Mahir Berpiano

Genius 10 Tahun yang Menguasai Enam Bahasa
Downey – Bocah genius. Julukan tersebut memang tepat dilekatkan pada diri Moshe Kai Cavalin. Di usia yang baru menginjak sepuluh tahun, dia tidak lagi sekadar mempelajari mata pelajaran-mata pelajaran dasar. Dia telah tercatat sebagai mahasiswa di East Los Angeles College. Itu menjadikannya mahasiswa termuda sejak perguruan tinggi tersebut didirikan 63 tahun silam.
Baca selebihnya »