<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jika satu kenapa harus tiga..... &#187; ISLAMI</title>
	<atom:link href="http://agungvibi.wordpress.com/category/islami/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agungvibi.wordpress.com</link>
	<description>Jika satu kenapa harus tiga.....</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Dec 2009 07:16:40 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='agungvibi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/133b037975b17f7e22bc6d96c28ff15c?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jika satu kenapa harus tiga..... &#187; ISLAMI</title>
		<link>http://agungvibi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://agungvibi.wordpress.com/osd.xml" title="Jika satu kenapa harus tiga&#8230;.." />
		<item>
		<title>Dimana mata hati dan keadilan&#8230;.</title>
		<link>http://agungvibi.wordpress.com/2009/12/02/dimana-mata-hati-dan-keadilan/</link>
		<comments>http://agungvibi.wordpress.com/2009/12/02/dimana-mata-hati-dan-keadilan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 09:53:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vb</dc:creator>
				<category><![CDATA[ISLAMI]]></category>
		<category><![CDATA[JIHAD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungvibi.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Ketika seorang petinggi korupsi bermilyar-milyar maka hukum seakan membutakan diri dengan mengatakan bahwa tidak ada bukti yang kuat untuk membuktikan ke-korupsi-an sang koruptor.
Tapi ketika ada seorang maling ayam  atau nenek tua yang mengambil beberapa buah kakao untuk yang hanya digunakan untuk makan karena memang sudah tidak ada yang dimakan maka pisau hukum begitu tajam menyayat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agungvibi.wordpress.com&blog=2852075&post=58&subd=agungvibi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>
<a href='http://agungvibi.wordpress.com/2009/12/02/dimana-mata-hati-dan-keadilan/idf_vs_boy/' title='idf_vs_boy'><img width="150" height="148" src="http://agungvibi.files.wordpress.com/2009/12/idf_vs_boy.jpg?w=150&#038;h=148" class="attachment-thumbnail" alt="" title="idf_vs_boy" /></a>
<a href='http://agungvibi.wordpress.com/2009/12/02/dimana-mata-hati-dan-keadilan/palestinian_hero/' title='palestinian_hero'><img width="150" height="103" src="http://agungvibi.files.wordpress.com/2009/12/palestinian_hero.jpg?w=150&#038;h=103" class="attachment-thumbnail" alt="" title="palestinian_hero" /></a>
<a href='http://agungvibi.wordpress.com/2009/12/02/dimana-mata-hati-dan-keadilan/palestinian_kids-3/' title='palestinian_kids'><img width="150" height="105" src="http://agungvibi.files.wordpress.com/2009/12/palestinian_kids2.jpg?w=150&#038;h=105" class="attachment-thumbnail" alt="" title="palestinian_kids" /></a>
<a href='http://agungvibi.wordpress.com/2009/12/02/dimana-mata-hati-dan-keadilan/winter-2/' title='Winter'><img width="150" height="112" src="http://agungvibi.files.wordpress.com/2009/12/winter.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Winter" /></a>
<a href='http://agungvibi.wordpress.com/2009/12/02/dimana-mata-hati-dan-keadilan/winter-3/' title='Winter'><img width="150" height="112" src="http://agungvibi.files.wordpress.com/2009/12/winter1.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="" title="Winter" /></a>
<br />
Ketika seorang petinggi korupsi bermilyar-milyar maka hukum seakan membutakan diri dengan mengatakan bahwa tidak ada bukti yang kuat untuk membuktikan ke-korupsi-an sang koruptor.</p>
<p>Tapi ketika ada seorang maling ayam  atau nenek tua yang mengambil beberapa buah kakao untuk yang hanya digunakan untuk makan karena memang sudah tidak ada yang dimakan maka pisau hukum begitu tajam menyayat setiap daging dan tulang belulang yang masih tersisa dari tubuh-tubuh mereka.</p>
<p>Ketika ada orang yang nyata-nyata menghina islam dengan mengaku rosul atau stetemen yang mengatakan Al-quran sudah tidak murni lagi, perlu direfisi dan sudah tidak relefan dengan jaman maka orang dengan mudah mengatakan bahwa sekarang adalah era kebebasan berpendapat dan semua itu adalah salah satu dari wujud kebebasan itu sendiri.</p>
<p>Tapi ketika ada sekelompok orang yang menyeru kepada kemurnian islam dengan akhidah dan ketaukhitan yang lurus, menentang prostitusi, mengharamkan minuman keras dan segala kemaksiatan maka dengan semena-mena orang akan menuduh bahwa itu semua adalah kaum ekstrimis, fundamentalis, ortodok dan tidak mampu menerima perkembangan jaman.</p>
<p>Infotainment menjadi rujukan yang paling besar pengaruhnya, majalah dan koran dijadikan hujjah untuk membenarkan atau menyalahkan segala sesuatu. Segala berita di internet dijadikan acuan dan paradikma berfikir dan mengambil keputusan. Walaupun semua sumber tersebut belum sempat diuji kebenarannya. Tapi dianggap sebagai bentuk kemajuan jaman dan intelektualitas yang tinggi.</p>
<p>Tapi segala berita dan kebenaran yang ada pada Al-Quran dimentahkan begitu saja. Sama sekali tidak digubris.</p>
<p>Demokrasi dengan semboyan &#8220;suara rakyat adalah suara tuhan&#8221; selalu disanjung-sanjung sebagai sistem pemerintahan yang paling adil. Yang sesuai dengan hati nurani warga negara. Yang setiap negara harus menggunakannya guna menggerakkan roda pemerintahannya. Hingga perang begitu mudah dikobarkan hanya untuk memjadikan sebuah negara menjadi negara demokrasi.</p>
<p>Tapi ketika ada orang yang mengajak kepada kilafah islamiyah dengan hukum islamnya maka dengan lantang mereka menolak dengan alasan hal itu akan menjadikan sebuah negara yang penuh dengan teroris, kekerasan, penindasan hak-hak perempuan, dan kezaliman. Padahal islam diturunkan untuk kemasalahatan seluruh umat manusia di dunia dan di akhirat. Dan mustahil Alloh salah.</p>
<p>Ketika seorang pemuda yahudi memanjangkan jenggotnya atau seorang yang mengaku anak muda jaman sekarang memakai celana diatas mata kaki maka orang akan mengatakan bahwa mereka sedang menjalankan keyakinannya dan model itu lagi ngetren saaat ini.</p>
<p>Tapi ketika seorang muslim memanjangkan jenggotnya maka orang akan langsung mencap teroris. Dan jika memakai celana diatas mata kaki maka diejek dengan kalimat &#8220;bukankah sekarang tidak ada hujan?&#8221;</p>
<p>Ketika seorang biarawati mentup kepala dan dadanya dengan kerudung maka orang akan mengatakan mereka menyerahkan hidupnya untuk tuhan mereka.</p>
<p>Jika seorang muslimah memanjangkan kainnya sampai menutupi dadanya atau memakai cadar maka hujatan akan dituai. Terbelakang, tidak sesuai dengan perkembangan jaman, dan sebuah simbol penindasan agama. Bahkan tidak jarang dipersulit untuk urusan-urusan tertentu. sedangkan orang yang menghujat itu mengaku berfaham demokrasi yang menjunjung tinggi hak setiap manusia.</p>
<p>Ketika wanita &#8220;barat&#8221; tidak bekerja dan berada dirumah maka orang akan memujinya bahwa dia adalah seorang wanita yang mau mengorbankan kebebasannya untuk keluarga. seorang wanita yang luar biasa.</p>
<p>Tapi jika ada seorang istri muslimah yang tidak bekerja diluar dan hanya mengurus rumah dan mendidik anak-anak mereka dengan baik maka akan dikatakana sebagai wanita yang terbodohi, terkekang, terzolimi oleh laki-laki.</p>
<p>Jika yahudi dan nasrani menghancurkan palestina dan negara muslim lainnya maka mereka tidak pernah mengkaitkan dengan agama mereka. bahwak itu menurut mereka itu dilakukan untuk mengambil wilayah yang memang sebenarnya milik mereka.</p>
<p>Tapi jika orang-orang muslim palestina membela tanah air mereka dan membela tanah airnya  maka mereka dicap sebagai teroris dan islam adalah teroris.</p>
<p>Bila seorang non muslim mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan orang lain maka mereka akan dihormati dan dianggap pahlawan.</p>
<p>Tapi jika ada seorang muslim yang dengan alasan membela anak, istri, keluarga, teman, kerabat dan agamanyanya dari agresi  dan kebiadaban bangsa lain memgenapa dianggap seoarang teroris. Apakah karena mereka muslim?</p>
<p>Apabila anak-anak yahudi belajar berperang menggunakan senjata otomatis maka mereka diijinkan dengan alasan untuk membela tanah air mereka.</p>
<p>Tapi jika anak-anak muslim melempari tank dan tentara-tertantara berteknologi tinggi dan bersenjatakan lengkap mereka ditembaki dan dianiaya dengan alasan telah berbuat aniaya dan mengamcam ketentraman dan keamanan.</p>
<p>Dimana letak keadilan yang engkai gembar gemborkan wahai para pemikir dan pemimpin dunia&#8230;&#8230;?</p>
<p>Sungguh Alloh akan membalas keangkaramurkaan yang sudah kau lakukan dengan nerakanya. Dan Alloh maha pedih siksaannya dan Alloh maha adil .</p>
<p>Terimakasih untuk <a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2858536"> Sumber </a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agungvibi.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agungvibi.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agungvibi.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agungvibi.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agungvibi.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agungvibi.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agungvibi.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agungvibi.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agungvibi.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agungvibi.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agungvibi.wordpress.com&blog=2852075&post=58&subd=agungvibi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungvibi.wordpress.com/2009/12/02/dimana-mata-hati-dan-keadilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6656af1483b1077709b23e2c1cd4496c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HUKUM MERAYAKAN VALENTINE</title>
		<link>http://agungvibi.wordpress.com/2009/02/11/hukum-merayakan-valentine/</link>
		<comments>http://agungvibi.wordpress.com/2009/02/11/hukum-merayakan-valentine/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 09:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vb</dc:creator>
				<category><![CDATA[ISLAMI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungvibi.wordpress.com/2009/02/11/hukum-merayakan-valentine/</guid>
		<description><![CDATA[SEJARAH VALENTINE’S DAY
The World Book Encyclopedia (1998) melukiskan banyaknya versi mengenai Valentine’s Day :
“Some trace it to an ancient Roman festival called Lupercalia. Other experts connect the event with one or more saints of the early Christian church. Still others link it with an old English belief that birds choose their mates on February 14. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agungvibi.wordpress.com&blog=2852075&post=51&subd=agungvibi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>SEJARAH VALENTINE’S DAY</p>
<p>The World Book Encyclopedia (1998) melukiskan banyaknya versi mengenai Valentine’s Day :<br />
“Some trace it to an ancient Roman festival called Lupercalia. Other experts connect the event with one or more saints of the early Christian church. Still others link it with an old English belief that birds choose their mates on February 14. Valentine&#8217;s Day probably came from a combination of all three of those sources&#8211;plus the belief that spring is a time for lovers.”</p>
<p>Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.<span id="more-51"></span></p>
<p>Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (lihat: The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St.Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (lihat: The World Book Encyclopedia 1998).</p>
<p>The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.<br />
Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.</p>
<p>Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (lihat: The World Book Encyclopedia, 1998).</p>
<p>Kebiasaan mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya (lihat: The Encyclopedia Britannica, Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia, 1998).</p>
<p>Lalu bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christians Observe It?” (www.korrnet.org) mengatakan kata “Valentine” berasal dari Latin yang berarti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut Syirik, artinya menyekutukan Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala. Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!</p>
<p>Saudaraku, itulah sejarah Valentine’s Day yang sebenarnya, yang seluruhnya tidak lain bersumber dari paganisme orang musyrik, penyembahan berhala dan penghormatan pada pastor. Bahkan tak ada kaitannya dengan “kasih sayang”, lalu kenapa kita masih juga menyambut Hari Valentine? Adakah ia merupakan hari yang istimewa? Adat? Atau hanya ikut-ikutan semata tanpa tahu asal muasalnya?. Bila demikian, sangat disayangkan banyak teman-teman kita remaja putra-putri Islam yang terkena penyakit ikut-ikutan mengekor budaya Barat dan acara ritual agama lain. Padahal Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala berfirman: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabnya” (Al Isra&#8217; : 36).</p>
<p>HUKUM MERAYAKAN HARI VALENTINE</p>
<p>Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya. Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi’ar dan kebiasaan. Padahal Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam: “Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. At-Tirmidzi).</p>
<p>Bila dalam merayakannya bermaksud untuk mengenang kembali Valentine maka tidak disangsikan lagi bahwa ia telah kafir. Adapun bila ia tidak bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu kemungkaran yang besar. Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid’ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah.”</p>
<p>Abu Waqid Radhiallaahu anhu meriwayatkan: Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam saat keluar menuju perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath, biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para sahabat Rasulullah n berkata, “Wahai Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu Anwaath, sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu Anwaath.” Maka Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Maha Suci Allah, ini seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, ‘Buatkan untuk kami tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan.’ Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang ada sebelum kalian.” (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, hasan shahih).</p>
<p>Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah ketika ditanya tentang Valentine’s Day mengatakan :<br />
“Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena: Pertama: ia merupakan hari raya bid‘ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari‘at Islam. Kedua: ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) – semoga Allah meridhai mereka. Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya.</p>
<p>Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.”<br />
Maka adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk melaksanakan wala’ dan bara’ ( loyalitas kepada muslimin dan berlepas diri dari golongan kafir) yang merupakan dasar akidah yang dipegang oleh para salaf shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu’min dan membenci dan menyelisihi (membedakan diri dengan) orang-orang kafir dalam ibadah dan perilaku.</p>
<p>Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah: ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah nilai-nilai Islam. Dampak buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap raka’at shalatnya membaca,<br />
“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (Al-Fatihah:6-7)<br />
Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri malah menempuh jalan sesat itu dengan sukarela.</p>
<p>Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang serta dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati. Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala telah berfirman, yang artinya:<br />
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al-Maidah:51)<br />
“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.” (Al-Mujadilah: 22)</p>
<p>Ada seorang gadis mengatakan, bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya.<br />
Saudaraku! Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi: Perayaan ini adalah acara ritual agama lain! Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta ritual agama lain dan tradisi-tradisi Barat, akan mengakibatkan seseorang terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.</p>
<p>Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat ini kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda.</p>
<p>Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa mempersembahkan ketulusan dan cinta itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara, suami …dst, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh orang-orang kafir.</p>
<p>Semoga Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan:<br />
“Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, yang saling mengunjungi karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku.” (Al-Hadits).</p>
<p>(sumber:http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatannur&amp;id=222)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agungvibi.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agungvibi.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agungvibi.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agungvibi.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agungvibi.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agungvibi.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agungvibi.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agungvibi.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agungvibi.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agungvibi.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agungvibi.wordpress.com&blog=2852075&post=51&subd=agungvibi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungvibi.wordpress.com/2009/02/11/hukum-merayakan-valentine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6656af1483b1077709b23e2c1cd4496c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Orang yang Menyatakan Syariat Islam Perlu Direvisi</title>
		<link>http://agungvibi.wordpress.com/2008/05/14/hukum-orang-yang-menyatakan-syariat-islam-perlu-direvisi/</link>
		<comments>http://agungvibi.wordpress.com/2008/05/14/hukum-orang-yang-menyatakan-syariat-islam-perlu-direvisi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 11:29:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vb</dc:creator>
				<category><![CDATA[ISLAMI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungvibi.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Al-Ustadz Qomar ZA, Lc

 Pertanyaan:
Ada yang mengatakan bahwa sebagian hukum syariat perlu dikaji ulang dan direvisi karena tidak sesuai dengan perkembangan jaman. Contohnya adalah dalam hal warisan, yaitu untuk anak laki-laki seukuran dua anak perempuan. Apa hukum syariat terhadap orang yang melontarkan pernyataan semacam ini?

ِAsy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullahu menjawab:
Hukum-hukum yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agungvibi.wordpress.com&blog=2852075&post=17&subd=agungvibi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span class="tiny">Penulis: Al-Ustadz Qomar ZA, Lc<br />
</span><br />
<span class="content"><span style="color:#0000ff;"> Pertanyaan:<br />
Ada yang mengatakan bahwa sebagian hukum syariat perlu dikaji ulang dan direvisi karena tidak sesuai dengan perkembangan jaman. Contohnya adalah dalam hal warisan, yaitu untuk anak laki-laki seukuran dua anak perempuan. Apa hukum syariat terhadap orang yang melontarkan pernyataan semacam ini?</span></span></p>
<p><span id="more-17"></span><span class="content"><span style="color:#0000ff;"></span></p>
<p>ِAsy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullahu menjawab:<br />
Hukum-hukum yang Allah Subhanahu wa Ta’ala syariatkan kepada hamba-Nya dan Allah Subhanahu wa Ta’ala terangkan dalam kitab-Nya yang mulia, atau melalui lisan Rasul-Nya yang terpercaya –semoga beliau mendapat shalawat dan salam yang paling afdhal dari Rabb sekalian alam– semacam hukum waris, shalat lima waktu, zakat, puasa dan semacam itu, yang Allah Subhanahu wa Ta’ala jelaskan kepada para hamba-Nya dan umat ini telah berijma’ (bersepakat) tentangnya, maka tidak boleh bagi seorangpun untuk menyanggah atau mengubahnya. Karena hal itu adalah ketentuan syariat yang telah tetap di zaman Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun setelahnya, sampai hari kiamat.<br />
Dan hukum itu adalah dilebihkannya laki-laki atas perempuan dari anak-anak (si mayit) atau anak-anak dari anak laki-laki (cucu si mayit dari anak laki-laki) dan saudara-saudara sekandung (si mayit) serta saudara seayah, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskannya dalam Al-Qura`nul Karim dan ulama muslimin telah berijma’ tentangnya. Maka yang wajib dilakukan adalah mengamalkannya dengan didasari keyakinan dan iman.<br />
Barangsiapa beranggapan bahwa ‘yang lebih baik adalah yang tidak seperti aturan itu’ maka dia menjadi kafir. Demikian pula yang membolehkan (secara keyakinan, pent.) untuk menyelisihi aturan itu, maka dia juga kafir. Karena dengan keyakinan itu, dia telah menyanggah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya serta ijma’ umat ini. Dan pemerintah harus memintanya bertaubat bila dia dahulunya adalah seorang muslim. Bila dia bertaubat maka diterima taubatnya. Dan bila tidak mau, wajib dibunuh sebagai seorang kafir dan murtad dari agama Islam berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:</span></p>
<p>مَنْ بَدَّلَ دِيْنَهُ فَاقْتُلُوْهُ</p>
<p>“Barangsiapa yang mengganti agamanya maka bunuhlah dia.” (HR. Al-Bukhari)<br />
Kami memohon keselamatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi kami dan seluruh muslimin dari fitnah-fitnah yang menyesatkan dan dari sikap menyelisihi syariat yang suci.<br />
(Mukhtarat min Kitab Majmu’ Fatawa Wa Maqalat Mutanawwi’ah, hal. 228-229)</p>
<p>(www.asysyariah.com)</p>
<div class="comments"></div>
<p><!-- You can start editing here. --> <!-- If comments are open, but there are no comments. --></p>
<h3 class="reply"></h3>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agungvibi.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agungvibi.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agungvibi.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agungvibi.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agungvibi.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agungvibi.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agungvibi.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agungvibi.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agungvibi.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agungvibi.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agungvibi.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agungvibi.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agungvibi.wordpress.com&blog=2852075&post=17&subd=agungvibi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungvibi.wordpress.com/2008/05/14/hukum-orang-yang-menyatakan-syariat-islam-perlu-direvisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6656af1483b1077709b23e2c1cd4496c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Valentine..HARAM&#8230;..</title>
		<link>http://agungvibi.wordpress.com/2008/02/14/hukum-valentineharam/</link>
		<comments>http://agungvibi.wordpress.com/2008/02/14/hukum-valentineharam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2008 07:26:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vb</dc:creator>
				<category><![CDATA[ISLAMI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungvibi.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Pada bulan Februari, kita selalu menyaksikan media massa, mal-mal, pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian para remaja dengan menggelar pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam bahkan hingga dini hari. Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal yaitu Valentine&#8217;s Day. Biasanya mereka saling mengucapkan &#8220;selamat hari Valentine&#8221;, berkirim kartu dan bunga, saling bertukar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agungvibi.wordpress.com&blog=2852075&post=6&subd=agungvibi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div><span style="color:#ff0066;">Pada bulan Februari, kita selalu menyaksikan media </span><span style="color:#ff0066;">massa</span><span style="color:#ff0066;">, mal-mal, pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian para remaja dengan menggelar pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam bahkan hingga dini hari. Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal yaitu Valentine&#8217;s Day. Biasanya mereka saling mengucapkan &#8220;selamat hari Valentine&#8221;, berkirim kartu dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta karena anggapan saat itu adalah “hari kasih sayang”. Benarkah demikian? </span></div>
<div><span style="text-decoration:underline;"><strong>SEJARAH VALENTINE’S DAY </strong></span><br />
The World Book Encyclopedia (1998) melukiskan banyaknya versi mengenai Valentine’s Day :<br />
“Some trace it to an ancient Roman festival called Lupercalia. Other experts connect the event with one or more saints of the early Christian church. Still others link it with an old English belief that birds choose their mates on February 14. Valentine&#8217;s Day probably came from a combination of all three of those sources&#8211;plus the belief that spring is a time for lovers.”<br />
Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama-nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.<span id="more-6"></span><br />
Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (lihat: The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St.Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (lihat: The World Book Encyclopedia 1998).<br />
The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.<br />
Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.<br />
Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (lihat: The World Book Encyclopedia, 1998).<br />
Kebiasaan mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya (lihat: The Encyclopedia Britannica, Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia, 1998).<br />
Lalu bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christians Observe It?” (www.korrnet.org) mengatakan kata “Valentine” berasal dari Latin yang berarti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut Syirik, artinya menyekutukan Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala. Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!<br />
Saudaraku, itulah sejarah Valentine’s Day yang sebenarnya, yang seluruhnya tidak lain bersumber dari paganisme orang musyrik, penyembahan berhala dan penghormatan pada pastor. Bahkan tak ada kaitannya dengan “kasih sayang”, lalu kenapa kita masih juga menyambut Hari Valentine? Adakah ia merupakan hari yang istimewa? Adat? Atau hanya ikut-ikutan semata tanpa tahu asal muasalnya?. Bila demikian, sangat disayangkan banyak teman-teman kita remaja putra-putri Islam yang terkena penyakit ikut-ikutan mengekor budaya Barat dan acara ritual agama lain. Padahal Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala berfirman: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabnya” (Al Isra&#8217; : 36).</div>
<p><span style="text-decoration:underline;"><strong>HUKUM MERAYAKAN HARI VALENTINE </strong></span><br />
Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya. Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi’ar dan kebiasaan. Padahal Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam: “Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. At-Tirmidzi).</p>
<p>Bila dalam merayakannya bermaksud untuk mengenang kembali Valentine maka tidak disangsikan lagi bahwa ia telah kafir. Adapun bila ia tidak bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu kemungkaran yang besar. Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid’ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah.”<br />
Abu Waqid Radhiallaahu anhu meriwayatkan: Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam saat keluar menuju perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath, biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para sahabat Rasulullah n berkata, “Wahai Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu Anwaath, sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu Anwaath.” Maka Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Maha Suci Allah, ini seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, ‘Buatkan untuk kami tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan.’ Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang ada sebelum kalian.” (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, hasan shahih).<br />
Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah ketika ditanya tentang Valentine’s Day mengatakan :<br />
“Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena: Pertama: ia merupakan hari raya bid‘ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari‘at Islam. Kedua: ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) &#8211; semoga Allah meridhai mereka. Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya.</p>
<p>Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.”<br />
Maka adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk melaksanakan wala’ dan bara’ ( loyalitas kepada muslimin dan berlepas diri dari golongan kafir) yang merupakan dasar akidah yang dipegang oleh para salaf shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu’min dan membenci dan menyelisihi (membedakan diri dengan) orang-orang kafir dalam ibadah dan perilaku.<br />
Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah: ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah nilai-nilai Islam. Dampak buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap raka’at shalatnya membaca,<br />
“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (Al-Fatihah:6-7)<br />
Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri malah menempuh jalan sesat itu dengan sukarela.<br />
Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang serta dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati. Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala telah berfirman, yang artinya:<br />
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al-Maidah:51)<br />
“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.” (Al-Mujadilah: 22)<br />
Ada seorang gadis mengatakan, bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya.<br />
Saudaraku! Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi: Perayaan ini adalah acara ritual agama lain! Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta ritual agama lain dan tradisi-tradisi Barat, akan mengakibatkan seseorang terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.<br />
Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat ini kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda.<br />
Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa mempersembahkan ketulusan dan cinta itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara, suami …dst, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh orang-orang kafir.<br />
Semoga Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan:<br />
“Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, yang saling mengunjungi karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku.” (Al-Hadits).</p>
<p>(disadur dari <em>http://isi.stiki.ac.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=42&amp;Itemid=42</em>)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agungvibi.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agungvibi.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agungvibi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agungvibi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agungvibi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agungvibi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agungvibi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agungvibi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agungvibi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agungvibi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agungvibi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agungvibi.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agungvibi.wordpress.com&blog=2852075&post=6&subd=agungvibi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungvibi.wordpress.com/2008/02/14/hukum-valentineharam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6656af1483b1077709b23e2c1cd4496c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">vb</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>